Rabu, 16 Maret 2016

Gizi yang Seimbang pada Anak

Saat ini di Indonesia masih memiliki masalah kekurangan gizi. Berdasarkan data Riskesdas 2007, 2010, 2013 menunjukkan prevalensi kurus (wasting) pada balita menunjukkan 13,6% menjadi 13,3%. Selain itu prevalensi anak balita pendek (stunting) sebesar 36,8%, 35,6%, 37,2%. Prevalensi gizi kurang (underweight) 18,4%, 17,9% dan 19,6%. Status gizi yang buruk dapat menyebabkan seseorang rentan terhadap resiko penyakit infeksi ataupun penyakit tidak menular seperti kardiovaskular (jantung), diabetes mellitus ataupun kanker. Oleh karena itu penting bagi setiap orang khususnya ibu mengetahui gizi seimbang pada anak itu seperti apa. Ingat, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Tubuh yang sehat tentu gizi harus cukup dan seimbang.
Apa itu gizi seimbang?
Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi. Dari pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa ada 4 hal penting dalam gizi seimbang yaitu keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur.
Kita pasti sudah sangat hafal dengan istilah 4 sehat 5 sempurna yang dicetuskan oleh Bapak Gizi Indonesia Prof. Poorwo Soedarmo yang terinspirasi dari Basic Four Amerika Serikat yang mulai diperkenalkan pada era 1940an adalah menu makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan, serta minum susu untuk menyempurnakan menu tersebut. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kondisi yang ada saat ini, slogan tersebut diperbarui dan disesuaikan dengan Prinsip Nutrition Guide for Balanced Diet hasil kesepakatan konferensi pangan sedunia di Roma Tahun 1992. Di Indonesia hal ini dikenal dengan istilah Pedoman Gizi Seimbang dimana pilarnya adalah keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur.
Apa itu keanekaragaman pangan?
Nah, keanekaragaman pangan adalah berbagai variasi makanan mulai dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan serta air. Makanan pokok antara lain: beras, kentang, singkong, ubi jalar, jagung, talas, sagu, sukun. Lauk pauk sumber protein antara lain: Ikan, telur, unggas, daging, susu dan kacang-kacangan serta hasil olahannya (tahu dan tempe). Sayuran adalah sayuran hijau dan sayuran berwarna lainnya seperti bayam, wortel, kangkung, ketimun, kentang maupun jenis sayuran lainnya. Buah-buahan seperti alpukat, apel, jeruk, pir, pepaya dan jenis buah lainnya.
Apa itu aktivitas fisik?
Aktivitas fisik adalah segala kegiatan yang melibatkan kemampuan fisik termasuk olahraga dimana tujuannya menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukan zat gizi yang merupakan sumber energi. Aktivitas fisik dapat memperlancar metabolisme tubuh, oleh karenanya penting untuk melakukan aktifitas fisik ini.
Apa dan bagaimana perilaku hidup bersih?
Perilaku hidup bersih sangat penting, terutama pada anak-anak. Bayangkan ketika anak selesai bermain dan tangannya tidak dicuci. Setelah itu, anak langsung memasukkan makanan kedalam mulut. Tebak apa yang terjadi? Ya, anak bisa terserang diare. Setelah itu nafsu makan dan berat badan anak turun, anak kehilangan banyak cairan tubuh yang menyebabkan gizi anak juga berkurang. Hal ini bisa membahayakan kondisi anak. Selain penyakit diare, kekurangan gizi juga menyebabkan rentan terkena penyakit infeksi. Mengapa demikian? Zat gizi sangat berperan dalam sistem imun yang berperan menjaga daya tahan tubuh, apabila sistem imun tidak baik maka kuman akan mudah masuk dan berkenbang didalam tubuh.
Memantau berat badan secara berkala, perlukah?
Berat badan yang normal merupakan salah satu indikator zat gizi didalam tubuh seimbang. Pada anak, status gizi dapat ditentukan dengan perkembangan berat badan dan pertambahan umur dengan pemantauan KMS (Kartu Menuju Sehat). Pengukuran berat badan pada anak dapat dilakukan di Posyandu ataupun Puskesmas. Mungkin ibu merasa bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak baik-baik saja sehingga tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan pada anak terutama penimbangan berat badan. Kita lihat nafsu makan anak baik, berat badan tampak normal namun tidak pernah diperiksa. Sehingga pada saat tertentu anak sakit, ibu baru tahu status kesehatan anaknya ternyata tidak baik. Ibu harus ingat, gizi yang baik itu merupakan aset yang penting bagi anak. Dengan gizi yang baik maka pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak juga baik. Jangan sampai ketika anak disekolah tidak mampu menangkap pelajaran dengan baik, lantas dibandingkan dengan anak yang lain. Padahal bisa jadi sejak kecil ternyata gizi anak tidak tercukupi sehingga perkembangan otak yang mempengaruhi kecerdasan juga kurang baik. Ingat, makanan yang baik untuk memenuhi gizi seimbang tidak harus mahal, walaupun murah yang paling penting mampu memenuhi kecukupan gizi. Ingat, didalam tubuh yang kuat, gizi harus seimbang 😁😁😁
Cc


Mengapa menulis?

Beberapa hari yang lalu saya sempat ditanyakan oleh seorang teman tentang alasan mengapa saya menulis. Sebenarnya tanpa saya sadari menulis adalah salah satu hobi yang saya sukai. Saya termasuk pribadi yang introvert, jadi ketika ada masalah tertentu saya menuliskannya di buku diary. Saya merasa lebih nyaman dan aman menuliskannya, selain itu saya dapat mengenal masalah saya hadapi lebih rinci, jadi saya bisa menentukan penyelesaiannya seperti apa.
Alasan menulis setiap orang tentu berbeda, yang pasti menulis itu adalah kegiatan positif yang akan sangat bermanfaat apabila kontennya positif, bermanfaat dan menginspirasi orang lain.  
Ada penulis yang tujuannya untuk mencari nafkah, menyebarkan dakwah, ingin dikenal, menjadi inspirator, mengisi waktu luang, memiliki karya yang dapat dibanggakan ataupun ingin menaklukkan tantangan dalam diri sendiri. Saya pun memiliki keinginan-keinginan tersebut. Selain itu, saya ingin menulis untuk menenangkan pikiran dan perasaan, menjadi bagian dan membangun peradaban, serta dapat menghibur pembaca.
Sejujurnya saya envy dengan teman se-lingkaran cahaya saya dikampus dimana mereka mampu menulis dan mengikat kata-kata menjadi sangat indah dan menyentuh. Ya, menulis adalah buah pikiran kita. Saya yakin saya pun mampu menjadi penulis asalkan saya sering mempraktikkannya dan menambah jumlah bacaan.
Tulisan kali ini merupakan start dari usaha saya menjadi seorang penulis. Untuk saat ini saya belum mengetahui jenis ataupun style tulisan saya seperti apa. Saya ingin mencoba semua sampai saya tahu dan menemukannya.


Senin, 29 Februari 2016

PROBLEM, face it!

        Pada akhir minggu yang lalu seorang teman saya mengajak saya mengikuti English Club yang dilakukan tiap minggu di daerah aku berada saat ini. Kegiatan ini berfokus untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berbicara serta berinteraksi dalam bahasa Inggris yang didampingi oleh Coach yang memang ahli dalam bahasa Inggris serta dihadiri oleh native speaker yang berasal dari berbagai negara. Pada hari itu, topik diskusi yang diberikan adalah “Problem”. Ada pun pertanyaan yang diberikan diantaranya: 
1. Apa masalah terberat yang pernah anda alami? 
2. Bagaimana cara anda menyelesaikannya? 
3. Menurut anda, apakah masalah itu perlu ada? 
        Saat itu, saya dianjurkan menjawab dalam bahasa inggris. Saya menjawab semampu yang saya bisa, namun sepulang dari English Club tersebut saya merenungi mengenai topik yang kami bahas hari itu. Masalah, tentu setiap kita mengalaminya bukan? Masalah yang sifatnya kecil ataupun bersifat besar, masalah yang sifatnya kecil tapi dibesar-besarkan, ataupun masalah besar yang dianggap sepele. Hal yang tidak terlupakan bagi saya adalah pengalaman saat menyelesaikan skripsi saat duduk dibangku kuliah dulu. Saya masih ingat bagaimana rasanya proposal mini saya ditolak dan diganti dengan judul penelitian yang baru sehingga saya harus mencari referensi sesuai dengan judul baru tersebut. Dari situ saya sadar bahwa untuk membuat suatu tulisan dalam bentuk apapun dibutuhkan kemampuan menulis yang baik, seperti pemilihan judul, diksi, tanda baca, mengaitkan paragraph dan bagaimana membuat orang lain tertarik dan yakin terhadap apa yang saya tulis. Hal ini menginspirasi saya untuk menjadi seorang penulis. Karena saya sadar bahwa kemampuan menulis sangat berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, ditambah lagi sekarang ini kita menghadapi era digital dimana bila kita ingin orang lain mengetahui pendapat, komentar, atau hal-hal yang kita pikirkan cukup melalui media sosial. 
       Oleh karena itu, agar maksud dan tujuan kita tersampaikan dengan baik, tentunya tulisan yang baik adalah kuncinya. Nah, saat ini menulis merupakan salah satu kemampuan yang ingin saya kembangkan dan ketidakmampuan serta kekurangan saya dalam menulis saat ini menjadi masalah bagi saya. Menurut saya setiap orang pasti punya pengalaman berbeda mengenai masalah dan punya cara sendiri untuk menyelesaikannya. Nah, saya ingin berbagi hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi, diantaranya: 
1.    Mengenal masalah
Masalah yang dihadapi oleh tiap orang tentu berbeda baik situasi, kondisi serta waktu. Bisa jadi masalah ditempat kerja, masalah dengan keluarga atau teman, masalah yang bersifat personal, ataupun bentuk-bentuk lainnya.
2.    Membuat perencanaan
Hal ini penting dilakukan dan menjadi key point dalam memecahkan masalah. Dengan membuat perencanaan, hal sekecil apapun dapat kita ketahui dan ingat sehingga kita tahu tindakan apa yang harus dilakukan sehingga masalah tersebut dapat dengan mudah terselesaikan. Tidak hanya itu, dengan membuat perencanaan kita jadi tahu akar permasalahan yang kita miliki. Misal saya ingin menjadi penulis, jadi saya mulai mencari bahan dan referensi bagaimana menjadi penulis yang baik serta berdiskusi dengan mereka yang terlebih dahulu telah menjadi penulis. 
3.    Melakukan implementasi
Kita dapat memulai implementasi sesuai dengan rencana yang telah kita buat sebelumnya. Memulai dari hal-hal kecil ataupun besar, semuanya tergantung diri kita. Jika saya ingin menjadi penulis, maka menulislah!. Walaupun banyak kekurangan dan kesalahan nantinya, setidaknya saya telah berlatih dan nantinya tahu dimana kekurangan saya.
4.    Mengevaluasi hasil
Apakah hal-hal yang bisa kita perbaiki dari kekurangan yang kita miliki? Ketika tulisan saya tidak berhasil menarik minat pembaca, apa hal yang saya lewatkan? Bisa saja pemilihan judul, topik dan alur cerita yang saya buat kurang menarik menurut pembaca. Ketika melakukan evaluasi kita tahu apa yang menjadi kekurangan kita dalam menyelesaikan masalah sehingga kita bisa memulai lagi dari tahap pertama yaitu menemukan masalah.
5.    Merencanakan ulang dan mengembangkan ide
Apabila kamu telah mengetahui kekurangan kamu dalam mengatasi masalah sebelumnya, kamu bisa mengembangkan ide kreatif yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah yang sifatnya sama.
6.    Melakukan Brainstorming
Kamu bisa melakukan tukar pikiran mengenai masalah yang kamu hadapi dengan orang yang kamu anggap mampu ataupun orang yang ahli dalam menyelesaikannya. Kamu bisa bertanya pada orangtua, teman, ataupun dosen. Bila hal tersebut bersifat organisasi kamu bisa mengajak teman-teman dalam organisasi kamu untuk melakukan meeting. Jika kamu ingin suasana yang santai dan informal kamu bisa mengajak mereka hang out dengan makan bersama atau barbeque party. Ceritakan masalah yang kamu hadapi, dengarkan pendapat dan ide yang mereka sampaikan, bahkan kamu dapat mengembangkan ide tersebut.
7.    Membaca Jurnal dan Penelitian
Salah satu yang bisa kita lakukan adalah membaca jurnal dan riset. Permasalahan yang kita hadapi bisa saja pernah dialami juga oleh orang lain dan diteliti. Sehingga dengan penelitian tersebut kita lebih yakin mengenai masalah apa yang sedang kita hadapi dan mengambil tindakan yang tepat untuk menyelesaikannya.
       Mengenai masalah itu perlu ada atau tidak, kita mau atau tidak, masalah akan tetap ada disekitar kita, namun bukan berarti kita menjadi seorang troublemaker. Dengan adanya masalah harusnya membuat kita berpikir lebih luas dan kreatif dalam menyikapinya, selain itu cara kita menyelesaikan masalah dapat membentuk serta membangun karakter kita menuju level yang lebih tinggi dan matur. Sebesar dan sekecil apapun masalahnya jangan sampai menyebabkan kamu menjadi stress berat ataupun depresi. Hadapi masalah yang kamu hadapi dengan positif. Bila kamu merasa stress dengan tanda dan gejala kamu menjadi sangat sensitif, tidak bisa tidur, sulit bernapas, tidak bertenaga, tidak nafsu makan, maka hal ini dapat kamu lakukan: 
1. Relaksasi 
Kamu bisa berjalan-jalan, bermain video game, ataupun teknik relaksasi nafas dalam dengan cara: 
a. Menciptakan suasana dan lingkungan yang tenang 
b. Dapat dilakukan dengan berbaring ataupun duduk 
c. Tutup mata, konsentrasi dan tarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara melalui   hitungan 1,2,3.
d. Menghembuskan udara melalui mulut secara perlahan-lahan dan merasakan tubuh yang rileks
e. Lakukan secara berulang sampai kamu benar-benar merasa rileks 
2. Mengkonsumsi makanan bergizi akan memberikan kamu kekuatan sehingga mampu menghadapi masalah yang kamu hadapi 
3. Berolahraga, seperti lari ataupun latihan senam aerobic 
4. Tidur yang cukup 8-9 jam per hari 
5. Menentukan prioritas hal-hal yang ingin kamu lakukan 
6. Manajemen waktu dan membuat jadwal 
7. Jangan membiarkan diri kamu merasa stress, Be happy!